“ Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua akhlak yang dicintai Allah dan Rosul-Nya, yaitu santun dan sabar” (Hr. Bukhori, Muslim, Ahmad )
Al-Hilm adalah sikap tenang dan lembut yang tidak menggampangkan timbulnya amarah jiwa.
Menurut Said bin Ali Al-Qattani,
Al-Hilm adalah sebagai penahan diri dari gejolak marah, yaitu suatu kondisi pertengahan antar 2 sifat negatif ( marah dan hina). Jika seseorang terpancing emosinya tanpa berfikir lagi maka ia hina, sebaliknya jika ia bersikap sabar, padahal ia mampu untuk membalas, maka kesabarannya itu bernilai positif.
AL-hilm (santun) sering disebut juga dengan rifqoh (lemah lembut)
”Sesungguhnya Allah menyukai kelemahlembutan dalam segala urusan” (Hr. Bukhari dan Muslim)
Sikap hilm yang Allah SWT gambarkan dalam Al-Qur’an :
” ...dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam.” (Al-Furqon: 63)
” ... dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang mengerjakan pekerjaan yang tidak berfaidah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Al-Furqon: 72)
Contoh Al-Hilm dalam kehidupan Rosulullah:
- Dari Abu Hurairoh ra, ia berkata: ada seorang badui kencing di dalam masjid, kemudian orang-orang bangkit untuk memukulnya, tetapi Rosulullah SAW melarangnya dan bersabda: ” Biarkan dia, tuangkanlah pada kencing itu setimba air. Sesungguhnya aku diutus untuk mempermudah bukan mempersulit” (Hr. Bukhori)
- Dari Anas ra., ia berkata:” Saya pernah berjalan bersama Rasulullah SAW, waktu itu beliau membawa selimut najran yang tebal pinggirnya dan bertemu dengan seorang badui, kemudian ia menarik-narik selendang beliau dengan kuat. Saya melihat leher beliau terdapat bekas ujung selimut karena kerasnya tarikan orang badui itu. Kemudian ia berkata: ” Wahai Muhammad, berikanlah kepadaku harta Allah yang ada padamu!” Beliau menoleh kepada orang badui itu, sambil tersenyum beliau menyuruh untuk memenuhi permintaan orang badui itu”. (Hr. Bukhori, Muslim)
Perbedaan Al-Hilm dengan Sabar:
Jika ada seseorang yang marah kemudian ia mampu meredam dan menghentikan emosinya, maka orang tersebut belum mencapai derajat hilm.
Keutamaan Al-Hilm
- Akhlak yang disukai Allah dan Rosul-Nya
“ Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua akhlak yang dicintai Allah dan Rosul-Nya, yaitu santun dan sabar” (Hr. Bukhori, Muslim, Ahmad )
- Diharamkannya neraka oleh Allah
” ...Neraka diharamkan pada setiap orang yang mendekatkan diri kepada Allah, yang bersikap lemah lembut, lunak dan suka mempermudah” (Hr.Tirmidzi)
- Terbukanya pintu-pintu kebaikkan
Dari Jarir bin Acdullah ra, ia berkata: Saya mendengar Rosulullah saw bersabda:” Siapa saja yang terhalang untuk bersikap lemah lembut, berarti ia terhalang untuk berbuat berbagai macam kebaikkan” (Hr.Muslim)
- Membuat jadi indah
Dari Aisyah ra,: ia berkata: Nabi saw bersabda: ”Sesungguhnya bersikap lemah lembut dalam sesuatu, berarti memperindahnya dan tidak adanya sikap lemah lembut dalam sesuatu berarti memperjeleknya” (Hr. Muslim)
Kiat-kiat melatih Al-Hilm:
- Memikirkan tentang keutamaan al-hil, lemah lembut, menahan marah dan menguasai diri
- Menakuti dirinya tentang siksaan Allah
Dalam hal ini ia bisa berkata” kekuasaan Allah atasku lebih besar dari kekuasaanku terhadap orang ini. Andaikata aku mengumbar amarahku, maka aku tidak akan aman jika Allah mengumbar amarah-Nya kepadaku pada hari kiamat. Padahal aku sangat membutuhkan ampunan-Nya.
Allah berfirman pada adam, ”Wahai adam, ingatlah Aku tatkala engkau marah, niscaya Aku akan mengingatmu tatkala Aku murka. Aku tidak akan membinasakanmu seperti orang yang Aku binasakan”
- Memperingatkan dirinya tentang akibat jika tidak santun
Tentunya tidak ada pahala jika ia marah, serangan orang-orang yang tidak suka terhadap kehormatan dan kegembiraannya jika ia mendapat musibah
Wallahu’alam bishowwab
maraji: Minhajul Qashidin – Ibnu Qudamah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar